Rabu, 08 Februari 2012

pohon kehidupan

Saat kau berjalan di antara bagian tubuh sang bumi,
lalu kau temukan serambi belantara yang panjang bak jalan-jalan yang di telusuri para khafilah.
Lalu di dalamnya kau di kerumuni pohon-pohon perkasa dan dari pohon tersebut keluarlah buah-buahan yang beraneka rasa.
Kau yang lapar petiklah buah tersebut,makan&makanlah lalu berhentilah sebelum lapar mengepungmu.
Kemudian kau gengamlah bijinya yang tesisa,ambilah untuk kau tanam di kebunmu.
Kelak setelah ia tumbuh dan berbuah,maka ajarilah anak-anakmu memetiknya&menikmati rasanya.
Lalu kau bagilah beberapa pada tetangga serta kerabatmu dan pesankanlah pada mereka seperti pengetahuan yang kau ajarkan pada anak-anakmu.
http://syiar-syairku.mywapblog.com/
Ramadhan Al Fatih’s Mobile Blog
” ramadhan al fatih “

Istikharah Cinta

Membaca takdirmu menuai nurani alami aku tegakkan niatku
Waktu menghempitku dengan sujud yang masih membeku
Kesalahanku engkau buat jalan menuju keikhlasanmu tentang cintamu
Bilah risau membilas keluhmu diatas ayu wajahmu
Engkau lempar doamu keras menghujam kelihaianku untuk menipumu
Ku sebut namamu diatas sajak palsu tapi engkau berikanku sajak rindu
Maha perinduku menginginkan nafsumu sekali lagi engkau bersaksi
Menyembunyikan malam sunyiku dengan tautan rintih diatas sujudmu
Kini ku menanti 2 alasan mencintaimu dengan nikmat syairmu yang dulu
Dalam pilihan saksi cinta ku bertasbih meraba doamu tentang cintamu
Kemudian aku adukan sikap hatiku padaNya
Menangkap kesabaranmu dengan sujudku
Aku terpilih untuk memilih mencintaimu
Sebut namamu dimalam berteman air mata bertalun merdu
Tetapkan pilihan pada lisan yang Engkau sucikan dalam keteguhan satu pilihan
Sebagai teman hidup diatas mighrob surgammu berteduh di rahmatMu
Kembali lagi ku sebut namamu …. Satu nama nuraniku bertata
Istikharah cinta.. berikan keharusanku memilih pada satu pilihan
Aku alirkan doaku bersama niatku dan penantian teguhku .

Hanya untukmu

Beribu harapan masih tersimpan
Beribu rasa selalu terabaikan
Pilu hati diiringi rasa nestapa
Menyayat hati yang tak pantas untuk disalahkan
Detik demi detik berlalu
Hari demi hari terlewati
Sejenak aku berpikir
Mungkinkah kita akan bersama lagi??
Melupakanmu itu sulit
Meraihmu pun aku tak mampu
Bolehkah aku menjadi bintang di hatimu walau sementara??
Bolehkah aku menggores tinta kenangan di antara kita??
Bolehkah aku menyimpan rasa hanya untukmu??
Kau adalah pelangi di hatiku
Memberikan warna yang berbeda dari yang lain
Memberikan rasa yang indah bila aku memandangimu
Aku ingin kau tetap di sisiku
Agar aku tetap bisa memandangimu
Aku mencintaimu…
puisi ini karya: Nurul Senja